@yandaawan

Aku Rindu Kucingku | Karya : Icha

Temanku mempunya kucing yang bernama Bobby. Oh iya aku lupa kita belum kenalan, namaku Salsa aku punya teman yang bernama Farhan dia baik sekali. aku suka bermain dengan kucingnya, waktu itu aku ingat, ketika Farhan akan pergi ke Singapore bersama keluarganya untuk berlibur, Farhan menitipkan  kucingnya kepadaku dan dia berpesan agar aku menjaga kucingnya.
“Sa, tolong jaga kucingku ya.”
’’iya aku janji akan merawatnya dengan baik’’.

Kucing milik Farhan adalah seekor kucing biasa, bukan angora bukan juga Persia, tapi dia lucu dan menggemaskan. Farhan merawat kucing itu karena ia sering berada di depan rumahnya dan karena ia suka maka ia memelihara kucing tersebut. Kucing itu akan aku beri nama Si Belang kuberi nama semauku tanpa sepengetahuan Farhan, setiap hari sebenarnya si belang sering diam dan bermain di depan rumahku, makanya aku tak asing lagi sama si belang, begitu juga si belang denganku. Ketika ibuku sedang menjahit, si belang melihat benang dan langsung mengambil menarik-narik benang ibuku. Ibu langsung kaget, aku dan ibuku pun tertawa terbahak-bahak. Ternyata si belang ingin bermain-main dengan benang jahit ibuku. setelah itu aku memberi makan si belang. ”Wah sepertinya si belang kekenyangan, akudan simpan saja di pangkuanku agar ia tidur.

Akhirnya belangpun tertidur di pangkuanku, kemudian aku menaruhnya ke tempat tidurnya. lalu aku mandi sore, setelah mandi aku membantu ibu menyiapkan makan malam. Menu makan malamnya adalah ayam CFC dan sayur bayam. Si belangpun terbangun karena dia mencium  wanginya ayam CFC. Makan malampun dimulai, tetapi sebelumnya aku beri makan dulu si belang karena dia dari tadi mengeong ”meow..meow” terus menunjukkan rasa laparnya. Makanya aku beri makan dulu jadi nanti aku tinggal bermain dengannya setelah aku selesai makan. Setelah itu aku belajar, dan tidur bersama si belang setelah sebelumnya shalat isya dulu.

Keesokan harinya aku siap-siap berangkat sekolah , siap berangkat aku mencium tangan ibuku dan mengucapkan salam. Di jalan aku ingat ketika aku berangkat sekolah biasanya aku pergi bersama Farhan tetapi sekarang dia tidak ada aku jadi sedih. Ah sudahlah tentang itu tidak usah dipikirkan yang penting sekarang aku sampai di sekolah. Di sekolah aku seperti biasa mengaji pagi, belajar, istirahat, belajar lagi, makan siang, shalat dzuhur lalu pulang. Sesampainya di rumah aku mengajak jalan-jalan si belang. Sesudah jalan-jalan aku berangkat untuk les stelah  sebelumnya aku mandi dan shalat ashar.

Aku bertanya kepada ibuku. ”Ibu apakah ibu bisa mengantarkan aku ke tempat les?” tanyaku.
“Sepertinya tidak bisa nak” nanti sore  ibu harus pergi ke bank, pulangnya ibu pasti jemput kamu”.   “sekarang aku bagaimana?” tanyaku lagi.
“Salsa mulailah mandiri, sekarang kamu sudah kelas 4 SD, jadi maksud ibu Salsa naik angkutan kota sendiri”. jawab ibu dengan suara yang lembut.
”Ya udah sekarang Salsa berangkat dulu ya bu, assalamu’alaikum”. seruku berpamitan.”
“Waalaikum salam” jawab ibu.

Akupun pergi menaiki ojeg dan angkutan kota. Selesai pelajaran di Sekolah, belpun berbunyi semua anak-anak berlari ke bawah untuk pulang ke rumah masing-masing, dan aku melihat ibuku yang sedang duduk menungguku lalu aku pulang. setelah itu malam pun tiba aku  tidur bersama si belang, malam ini aku tidur lelap sekali mungkin ke capean ya hehehe.

Keesokan harinya aku berangkat sekolah dan siang harinya ketika aku pulang aku melihat si belang dari kejauhan sedang berjalan di depan rumahku dan tanpa disadarinya  ada mobil yang berjalan dengan ngebut dan menabraknya dan akhirnya si belang pun terluka sebelah kaki kanannya, aku jadi sebal sama yang menabrak si belang, saat itu aku bertanya pada ibu.
”Bu, mengapa ada orang yang tega menabrak belang seperti itu”? tanyaku sambil mengeluarkan air mata.
”Ibu juga tidak tahu nak” jawab ibu.
Aku kesal sekali dan juga sedih tidak bisa merawat si belang dengan baik dan tidak bisa menjaga sesuai amanat Farhan padaku.

”Bagaimana kalau Farhan marah padaku bu,  Salsa takut bu”.
Ibu diam saja sambil mengelus-ngelus si belang setelah kakinya diobati akupun pergi ke kamar dan memeluk si belang dengan erat dan keesokan harinya……
”ibu aku berangkat dulu ya oh ya bu tolong jaga kucingnya ya” ibu  pun menjawab pesanku, dengan mengangguk. ok ibu akan janji menjaganya.
Beberapa hari kemudian mungkin  karena si belang kena infeksi di kakinya, ia terlihat murung dan diam saja, dan sepulang sekolah hari itu ibu memberitahuku bahwa belang sudah mati.  tiba-tiba, huhuhuhu tangis ku tak dapat ditahan, dengan air mata yang mengalir sangat deras. Aku mengusap ngusap sibelang yang sudah tidak bernyawa.

Ternyata si belang mati gara-gara tertabrak mobil beberapa hari lalu itu, siang itu aku dan ibuku,  sambil menangis  mengubur si belang di kebun seberang rumah. Aku sedih dan bingung, aku kehilangan si belang dan aku bingung bagaiamana harus mengatakannya kepada Farhan kalo dia pulang liburannya.
Aku rindu kucingku Si Belang.

Aku Rindu Kucingku
Oleh : Icha


PENCIL Project adalah proyek penulisan kreatif anak. Cerpen, Novel, Diary dan Komik karya Anak yang akan diterbitkan menjadi buku.

Musuh Jadi Teman | Karya : Rausyan

Punya musuh tapi jadi teman? Ya! itu pernah aku alamin saat aku duduk di kelas 2. Oh iya kita belum kenalan, namaku Rasyid, aku duduk di kelas 4. Mau tahu nggak ceritaku saat di kelas 2? Pasti mau kan? Ya sudahlah akan aku ceritakan. 
 
Pada waktu itu aku sedang berjualan  combro  lalu saat itu aku di jalan aku bertemu dengan Arga si pengganggu yang ada di sekolah, dia langsung saja mendorongku, aku tidak bisa melawannya aku hanya bisa menangis dan membiarkan combro daganganku jatuh. Aku menceritakan semuanya kepada ibu sambil menangis. Di rumah aku berpikir mengapa Arga itu suka mengganggu orang yang lemah termasuk aku.
Ya! Aku memang bukan keturunan orang kaya, ayahku adalah petani sedang ibuku adalah ibu rumah tangga tapi aku juga ikut bekerja, aku membantu ibuku berjualan combro. Tiap hari aku berjualan combro di sekeliling kampung. Tapi masalahnya pada hari libur aku sering digangguin sama Arga.
Selanjutnya pada hari minggu (liburnya dua hari, sabtu dan minggu).
Sekarang Si Arga nggak kelihatan, mungkin dia sakit? Pikirku.

Hari berlalu sangat cepat, aku bangun pukul 04.30 WIB. Aku mulai shalat subuh, sehabis shalat subuh aku mandi di sungai yang tak jauh dari rumahku kira-kira jaraknya Cuma 20 meteran saja. Di sana ada teman-temanku, ada Adi, Ifan dan teman-teman yang lain.
Habis mandi pagi aku langsung menyantap makananku. Aku makan nasi, tempe, ikan dan telur rebus. Hmm.. masakan ibu memang super enak. Terus aku langsung berangkat ke sekolah.

Ya biasa kalau di sekolah aku berjualan combro. Daganganku laris manis sampai ke guru-guru, tapi sayangnya aku selalu diganggu si Arga dan teman-temannya lagi. Tapi ada Adi mendukungku, aku hanya tersenyum. Adi bilang “Hai Arga kamu ini beraninya kau mengganggu orang yang lemah, kenapa enggak mengganggu orang seperti dirimu? Seenaknya saja ganggu orang yang lemah, huh!” terus aku pergi bersama Adi.

Ternyata sesampai di kelas semua teman-temanku mengomentari tentang Arga, Argapun ikut terkejut, dia tak sadar kalau dirinya sudah keterlaluan. Arga mencari bu guru dan meminta teman-teman untuk memaafkannya. Itulah ceritaku di masa lalu.

Musuh Jadi Teman
Oleh : Rausyan

PENCIL Project adalah proyek penulisan kreatif anak. Cerpen, Novel, Diary dan Komik karya Anak yang akan diterbitkan menjadi buku.

Hari Hariku Bersama Sahabat | Karya : Adhita Maharani

Hari-hariku Bersama Sahabat
Hai, namaku Alicia, Aku punya cerita nih. Suatu hari aku dan sahabatku sedang bermain petak umpet di rumahku yang sederhana, waktu itu aku dan temanku makan  siang bareng di rumahku. Selesai makan, kita semua main bola poli di lapangan dan sehabis itu bertiga pulang ke rumah sendiri-sendiri , aku sangat senang sekali. Keesokkannya hari Minggu aku dan teman –teman akan mengadakan pesta ulang tahun Indri di rumahnya. 
Oh iya akan aku kenalkan sahabatku dia adalah Indri, Salsa dan Manda. Aku bersama teman-temanku menuju rumah Indri. Sesampai rumah Indri pestanya sangat meriah aku dan temanku terkejut melihat rumah Indri banyak orang penting yang datang. 
Banyak teman orang tuanya , selesai dari pesta rumah Indri aku langsung tidur. 
Dan keesokkan harinya aku masuk sekolah tapi kok pak gurunya gak ada,  mungkin sakit. 

Saat aku masuk ke kelas ternyata ada pak guru mungkin pak guru dulu yang nyampe hehehe. sehabis belajar bersama pak guru mereka ke kantin. Mereka membicarakan soal-soal yang tadi kata Alicia ″gimana kita ngerjain soal-soalnya di rumah aja? ″ kata mereka bertiga ″setuju!″, dan sepulang sekolah mereka mengerjakan soal-soal yang tadi yang diberikan oleh pak guru. Mereka senang sekali mengerjakan PR bersama-sama lagi, dengan senang hati. Selesai mengerjakan tugas mereka bermain di teras rumah Alicia mereka bermain congklak. Selesai bermain congklak Indri, Salsa dan Manda pulang kerumah masing-masing.  Alicia pun tertidur di ranjangnya, Ia tertidur pulas sampai subuh hehehe. 

Alicia tak sadar bahwa ia tidurnya sudah lama dari siang sampai keesokan harinya. Alicia masuk sekolah kesiangan. Ia kena hukum oleh pak guru. Ia harus menyapu kelas sendirian, kata Indri, Salsa dan Manda ″yang sabar ya Cia″  ″makasih ya sahabatku kalian baik sekali padaku″ ″iya sama-sama cia″ sambil berpelukkan ,dan sepulang sekolah mereka ke rumah Salsa mereka bermain menjadi putri-putrian yang ada 4 mirip sahabat ya hehehe. 

Selesai bermain ia makan siang bersama di rumah Salsa, ada tempe, tahu dan sayur bayam. Mereka terlihat sangat menikmati masakan ibunya Salsa kata mereka ″Mmm….. enak sekali bu, terima kasih ya″ ″ya sama-sama″ kata ibunya Salsa sambil tersenyum senang.
Setelah selesai makan bareng,  Indri, Alicia, dan Manda pulang kerumah masing-masing. Itulah cerita sehari-hariku bersama sahabat  
 

Hari-hariku Bersama Sahabat
Oleh : Adhita Maharani


PENCIL Project adalah proyek penulisan kreatif anak. Cerpen, Novel, Diary dan Komik karya Anak yang akan diterbitkan menjadi buku.

Sajak Palsu dibacakan di #MalamPuisi

@artridwan #MalamPuisiSukabumi | Foto By : Syifa Shevani

Sajak Palsu | Agus R. Sarjono

Selamat pagi pak, selamat pagi bu, ucap anak sekolah
dengan sapaan palsu. Lalu merekapun belajar
sejarah palsu dari buku-buku palsu. Di  akhir sekolah
mereka terperangah melihat hamparan nilai mereka
yang palsu. Karena tak cukup nilai, maka berdatanganlah
mereka ke rumah-rumah bapak dan ibu guru
untuk menyerahkan amplop berisi perhatian
dan rasa hormat palsu. Sambil tersipu palsu
dan membuat tolakan-tolakan palsu, akhirnya pak guru
dan bu guru terima juga amplop itu sambil berjanji palsu
untuk mengubah nilai-nilai palsu dengan
nilai-nilai palsu yang baru. Masa sekolah
demi masa sekolah berlalu, merekapun lahir
sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu,
ahli pertanian palsu, insinyur palsu.
Sebagian menjadi guru, ilmuwan
atau seniman palsu. Dengan gairah tinggi
mereka  menghambur ke tengah pembangunan palsu
dengan ekonomi palsu sebagai panglima
palsu. Mereka saksikan
ramainya perniagaan palsu dengan ekspor
dan impor palsu yang mengirim dan mendatangkan
berbagai barang kelontong kualitas palsu.
Dan bank-bank palsu dengan giat menawarkan bonus
dan hadiah-hadiah palsu tapi diam-diam meminjam juga
pinjaman dengan ijin dan surat palsu kepada bank negeri
yang dijaga pejabat-pejabat palsu. Masyarakatpun berniaga
dengan uang palsu yang dijamin devisa palsu. Maka
uang-uang asing menggertak dengan kurs palsu
sehingga semua blingsatan dan terperosok krisis
yang meruntuhkan pemerintahan palsu ke dalam
nasib buruk palsu. Lalu orang-orang palsu
meneriakkan kegembiraan palsu dan mendebatkan
gagasan-gagasan palsu di tengah seminar
dan dialog-dialog palsu menyambut tibanya
demokrasi palsu yang berkibar-kibar begitu nyaring
dan palsu.
1998

Sajak Palsu ini diambil dari blog Agus R. Sarjono
DearPoetsSOEciety

Kucingku Yang Manis | Karya : Adhita

Hai aku Alicia aku akan dibelikan kucing oleh ayah dan mamaku hari ini, aku senang sekali karena aku akan dikasih hadiah. Besok aku akan ke rumah teman mama aku yang menjual kucing, sesampai di rumah teman mamaku, aku akan megambil anak kucing yang berumur 4 bulan yang berwarna putih hitam dan di matanya ada bulunya yang berbentuk  topeng berwarna hitam. Aku senang sekali, selesai dari rumah teman mamaku, aku dan sekeluarga ke petshop untuk mandiin kucing, aku bertanya"mama emang kucing itu ada bajunya?" ″iya ada.  itu bajunya″ sambil menunjuk pada baju yang berwarna silver ada kelap-kelip, dan selesai dari petshop mereka menyiapkan makanannya, pasirnya untuk  BAB dan untuk pipis, aku senang sekali. 

Keesokkan harinya, hari minggu mereka sedang bermain dengan kucingnya yang bernama Kimmy. Arti Kimmy adalah kucing manis dan lucu. Alicia bermain sama Kimmy  dan Alicia berbicara kepada Kimmy ″Kimmy, nanti kalo mau pup disini ya!″ sambil menggendong dan menunjuk pasir yang di kotak plastic. Saat  kucingnya dikasih mainan kucingnya main dengan penuh ceria, Aku sangat senang sekali karena kucingku tidak sakit, tapi kenapa ya kucingnya pas di rumah aku jadi gemuk aneh sekali apa karena kucingnya betah disini?. Saat hari senin aku mau berangkat ke sekolah, dan makanan kucingnya habis aku masih ada waktu untuk mengisi makanannya, lalu aku langsung naik ke mobil untuk berangkat ke sekolah

Sesampai sekolah ada kegiatan menulis di diary dan aku menulis tentang kucing aku ″kemarin saat hari Sabtu aku dibelikan kucing Persia sama papa dan mamaku, aku sangat  senang sekali dan kucingnya baik kata mamaku. Kemarin aku ajak main kucingnya kalo dia di kasih bola dia bakal ngejar dan kita sering mengobrol-ngobrol, kata penjaga pet shop kalo di ajak ngobrol nanti gak bosen-bosen.″. Dan sepulang sekolah aku dan Kimmy langsung berpelukkan dan aku menangis karena Kimmy baik sekali dan Kimmy juga ikutan nangis, aku sangat bersyukur sekali karena Kimmy baik sekali. Terima kasih Kimmy kamu udah nemenin aku setiap hari.

Kucingku Yang Manis
Oleh : Adhita
PENCIL Project adalah proyek penulisan kreatif anak. Cerpen, Novel, Diary dan Komik karya Anak yang akan diterbitkan menjadi buku.
 

                     
@artridwan | www.artridwan.my.id. Diberdayakan oleh Blogger.
Back To Top