@yandaawan

Saksikan Konser Sukuraga Di GBB TIM Jakarta, 5 - 6 Maret 2016


Salam Budaya!
Kawan-kawan yang ingin nonton Konser Sukuraga, Minggu, 6 Maret 2016 Pukul 20.00 Wib di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, dapat memesan tiket melalui :


1. Mbak Ariani Isnamurti Hp.0817 9883 592 (Jakarta)
2. Eddie Pramduane HP.0812 1044 0162 (Depok)
3. Deti Heida Hp.0857 2142 3271 (Sukabumi)

HTM : Rp.150.000,-

Adik-adik Mahasiswa, Pelajar ingin Nonton, sekaligus dapat workshop, hanya dengar biaya : Rp. 50.000, Minggu, 6 Maret 2016 Pukul 13.00 Wib

dapat menghubungi : Ade Novi Hp. 0813 8134 3937

Profil Asrizal Nur, Pengisi Konser Sukuraga


ASRIZAL NUR Dalam Konser Sukuraga ini sebagai Konseptor Konser Sukuraga, Sutradara, penyair dan pembaca puisi. Berikut ini adalah Profilnya Asrizal Nur Tahun 2009 ia mementaskan puisi-puisinya dengan Spektakuler di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Mazuki Jakarta, Kolaborasi pembacaan: Tari, Teater, Musik, audiovisual, diberi nama nama Konser puisi Multimedia Asrizal Nur. Membaca puisi dalam dan luar negeri, antara lain: Pembacaan Sajak Melayu Asia Tenggara di Kepulauan Riau (2006), Baca Sajak Panggung Apresiasi Presiden Penyair di TIM (2007), Baca Sajak Panggung Apresiasi Temu Sastrawan se Indonesia di Jambi (2008), Baca Sajak Internasional di JILFEST, Jakarta (2008), Membaca Puisi Poritugal, Indonesia, Malaysia di Universitas Indonesia (2009). Baca puisi Radio Televisi Brunei Darussalam pada Pertemuan Penyair Nusantara IV (2010). Membacakan puisi dan pemutaran Video Konser Puisi Multimedia Asrizal Nur di Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei (2010), Sebagai pembimbing/pengajar Bengkel Pelestarian Budaya Melayu di Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei (2010). Konseptor, Sutradara Teaterrikal Puisi Islam Multimedia di Radio Televisi Brunei (2010). Baca Puisi pada Malam puncak Temu Sastrawan Indonesia III di Tanjungpinang (2010). Baca Puisi di Panggung Puisi Multimedia Pertemuan Penyair Nusantara di Palembang 2011, Pembacaan Puisi Internasional di Jakarta Internasional Literary Festival – JILFEST (2011), Baca Puisi di Hankuk University dan Kota Hansan Korea Selatan ( 1-3 Juni 20012), Baca Puisi Malam Puncak Dialok Teluk Brunei di UBD (11 Juli 2012), Baca Puisi di Sekolah Menengah Yayasan Hasanal Bolkiah Brunei Darussalam (18 Juli 2012), Baca Puisi Pada Kongres Bahasa (2013), Baca Puisi di Festival Wayang dan Topeng Internasional di Bandung (2014) Pertemuan Penyair Nusantara VII di Singapura (2014), Festival Pulara 5 2014 di Pangkor, Malaysia, Deklamasi Puisi Asean 2015 di Kuala Lumpur, Malaysia (2015) , Festival Pulara 6 di Pangkor, Malaysia (2015), Konser Puisi Multimedia Asrizal Hari Pohon se –dunia di Pontianak (2015), Konser Puisi Penyair ternama Indonesia dan Sastrawan Negara di Universitas Pendidikan Sultan Idris/UPSI (2015). Bukunya telah terbit: Percakapan Pohon dan Penebang (YPM, 2009) dan antologi puisi bersama antara lain: Antologi Puisi Nusantara (2006), Rampai Melayu Asia Tenggara (2006), Kumpulan puisi Portugal, Malaysia dan Indonesia (2008), Musi, Pertemuan Penyair Nusantara V (2011), Kumpulan Puisi dan Cerpen Internasional Jilfest: Ibu Kota Keberaksaraan(2011), Lambaian Nusantara Dari Kota Singa, Antologi puisi bersama Pertemuan Penyair Nusantara VII (2014), Antologi Puisi Asean, The Vice Of Humanity (2015), Pulara 5 (2015). Kini fokus mengelola Rumah Seni Asnur, tempat peristiwa kebudayaan banyak dilahirkan. Jangan Lewatkan Konser Sukuraga di GBB TIM 5 - 6 Maret 2016

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/artridwan/profil-asrizal-nur-pengisi-konser-sukuraga_56c9aee882afbd031e739e9c

Profil Fendi Sukuraga, Pengisi Konser Sukuraga

Fendi Sukuraga

Effendi atau biasa akrab dipanggil Fendi Sukuraga beliau berperan sebagai dalang dan pencipta wayang sukuraga, dalam konser kali ini dibantu kawan-kawan pemusik, penari dan dari bidang seni lainnya.
Berikut ini profil singkatnya; Fendi Sukuraga atau Effendi yang lahir di Sukabumi, 16 April 1958.
Mulai suka menggambar dan senang musik sejak kecil. Bahkan dari usia 4 tahun dia minta dibelikan Bongo dan Gitar pada ibunya. Saat remaja ia tinggal di Semarang, setiap Sabtu malam ia dan temannya kadang pergi sampai ke Yogyakarta untuk mengamen sekadar mencari pengalaman. Di Yogya dia selalu mampir ke museum Affandi sehingga Fendi kenal dengan maestro lukis Affandi dan Mamih Maryati (istri Affandi). ”Mamih Maryati mengatakan: “Jika ingin pergi ke galeri/Museum Affandi datanglah di pagi hari, selain dapat bertemu Affandi juga bisa sarapan nasi gudeg disini.”, Setiap pulang Fendi selalu diberi buku atau katalog lukisan oleh Mamih (Bu Maryati).
Seringnya Effendi datang mengunjungi Museum Affandi dan bersilaturahmi, akhirnya Fendi berkeinginan untuk sekolah seni di Yogyakarta. Pada tahun 1980 ia menyampaikan minatnya untuk bersekolah seni di Yogyakarta pada Affandi, kemudian ia diberi surat pengantar oleh Affandi untuk di sampaikan ke sekolah seni rupa Indonesia (SSRI)dan mengatakan ”… kamu harus mengikuti tes di SSRI tetapi jika tidak di terima di SSRI, kamu akan saya titipkan di teman saya Bagong Kusumadiarjo…”.
Pada tahun 1980 Effendi masuk Sekolah Seni Rupa Indonesia jurusan Seni Lukis di Yogyakarta. Tahun 1982 Effendi berkeinginan untuk pindah sekolah di Bali, lagi-lagi Affandi memberi surat pengantar yang langsung ditulis tangan oleh Affandi untuk Ibu Made Kajeng (Direktur Sekolah Seni Rupa Indonesia) di Denpasar, Bali. Akhirnya Fendi bisa diterima di SSRI Bali.
Setiap Affandi pergi ke Bali untuk melukis, Fendi kadang menemuinya di hotel Punil untuk meminta cat bekas dan berharap dapat uang jajan. Fendi benar-benar masih sangat mencintai seni musik, di Bali ia bergabung dengan beberapa grup musik, hampir saja ia keluar dari sekolah tanpa mendapat ijazah. Karena biaya hidup dan biaya sekolah yang sangat tinggi di Bali,akhirnya Fendi memutuskan kembali ke Yogyakarta sampai lulus. Tahun 1986 ia lulus dari Sekolah Seni Rupa Indonesia (SSRI/SMSR) Yogyakarta.
Kini Fendi setelah menemukan karya jati dirinya yaitu “Kesenian Sukuraga” yang lahir dari perkembangan seni lukisnya periode tahun 1987-1989 yang bertema “Langkah– langkah“. Pada tahun 1993 ia melahirkan karya yang bertema “Peran Sukuraga” yang terus berkembang menjadi Wayang sukuraga pada tahun 1996. Pertama kali Wayang Sukuraga di pertunjukan ke masyarakat luas pada Tahun 1997 di acara Program televisi RCTI “Buka Mata Buka Telinga“. Sejak itulah Effendi kini lebih akrab di panggil dengan nama Fendi Sukuraga.
Berbagai karya telah dihasilkannya baik sebagai perupa, dalang, atau pemusik. Karya-karya lukisannya sering terpajang di pameran-pameran seni rupa di dalam atau di luar negeri. Untuk Wayang Sukuraga sendiri, sangat sering diundang ke berbagai festival nasional maupun internasional. Kini ia sedang fokus dengan program pendirian Kampung Sukuraga di Sukabumi.
Jangan Lewatkan Konser Sukuraga di GBB TIM Jakarta tanggal 5 - 6 Maret 2016
@artridwan | www.artridwan.my.id. Diberdayakan oleh Blogger.
Back To Top