@yandaawan

iSukabumi Perpustakaan Digital Kota Sukabumi

i-Sukabumi

i-Sukabumi adalah Aplikasi perpustakaan digital yang baru diluncurkan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Indosat Ooredoo meluncurkan aplikasi perpustakaan digital i-Sukabumi, sebagai langkah mewujudkan Smart City.
Aplikasi perpustakaan digital yang dibangun oleh Aksaramaya ini diserahkan kepada Pemerintah Kota Sukabumi bersama dengan donasi 2500 judul buku dalam bentuk digital. I-Sukabumi merupakan Perpustakaan digital pertama di Jawa Barat, memiliki koleksi buku elektronik yang sangat lengkap dan langsung dapat dinikmati oleh masyarakat dengan mengakses aplikasi i-Sukabumi secara bebas biaya.

i-Sukabumi ini menjadi tahap awal untuk mewujudkan Smart City dengan mendorong minat baca masyarakat Sukabumi khususnya agar dapat terwujud Smart Society yang menjadi salah satu pilar Smart City berbasis teknologi Informasi.

Bagaimana Cara mengaksesnya? Silahkan ikuti cara berikut ;

#NulisRandom2015 #Day1 #artridwan #done

Seperti judul tulisan ini, mulai hari ini senin, 1 juni 2015 saya coba mengikuti ajakan untuk #NulisRandom2015 setiap hari dari NulisBuku.Com

Saya sepakat dengan admin bahwa perjuangan untuk menulis setiap hari, di setiap pagi itu adalah pergumulan hampir setiap orang (khususnya penulis/yang suka nulis) di dunia. salah satu sebabnya yang memberatkan adalah tidak adanya teman seperjalanan dalam hal ini yang sama-sama mengingatkan dan menguatkan untuk menulis.

Mulai hari Senin, tanggal 1 Juni 2015 ini, saya coba mengikuti ajakan admin nulisbuku.com yang mengajak dan ingin mencari teman seperjalanan menulis setiap hari.
Syaratnyapun mudah hanya satu: TIDAK ADA SYARAT. hehehe... mudah banget kan gak ribet?
Penulis, Blogger boleh menulis apapun, sebanyak apapun bahkan jika memang hanya ingin menuliskan satu paragraf saja juga boleh. Tujuan ajakan ini hanya satu: ingin mengelabui otak supaya kebiasaan menulis ini menjadi sebuah kebiasaan rutin yang harus dilakukan. Seperti menggosok gigi setiap pagi. bisa bersenang-senang dalam menulis tanpa takut dianggap tidak inspiratif, bodoh, dan lain sebagainya.

Terus gimana donk caranya? caranya posting tulisan di notes Facebook, atau boleh juga di blog pribadi. Kemudian bagikan link postingan tersebut kepada siapa pun juga dipersilakan jika ingin memposting paragraf pertama dan link blog di  Grup Nulisbuku Community yang ada di facebook.

Ajakan ini akan berlaku mulai Senin, 1 Juni 2015 hingga Selasa, tanggal 30 Juni 2015.

Pada hari terakhir nanti, akan dibagikan pengalaman ini. Kita pasti akan mendapatkan pengalaman-pengalaman baru yang berbeda-beda.
Siap? Mari memulai petualangan ini bersama, kita mulai menulis di hari pertama, Senin, tanggal 1 Juni 2015!
Mulai !

Saya sudah memulainya, jika sobat ingin memulai juga mulailah, jangan hanya membaca tulisan ini, abaikan saja dan menulislah apa yang sobat sukai dan kuasai. ya! mulai dari 2 hal itu; yang kita SUKAI dan kita KUASAI :) supaya tulisan kita bisa mengalir.
untuk memulai #NulisRandom2015 #Day1 ini saya coba nulis yang ringan-ringan saja, mulai dari perkenalan deh.

Perkenalkan nama saya sebut saja @artridwan nama untuk akun-akun media sosial saya, saya (mudah-mudahan konsisten) blogger, penulis, backpacker dan fasilitator #SekolahAlam di Sukabumi.
sedikit profil saya sobat bisa baca di sini.

saya baru menerbitkan 1 buku di nulisbuku.com buku pertama berjudul FISH DIARY Catatan Harian Anak Sekolah Alam terbit bulan januari 2015
Alhamdulillah akhirnya bisa terbit dan bisa diapresiasi oleh para pembaca khususnya para pegiat dunia pendidikan dan pegiat sekolah alam se-nusantara. O iya sobat jua bisa baca endorsement buku FISH DIARY di sini.


Untuk menyebarkan semangat menulis buat para pelajar,  saya membentuk klub menulis untuk anak-anak namanya PENCIL CLUB Klub Penulis Cilik



untuk tulisan hari pertama ini saya cukupkan dulu deh ya :)
 #NulisRandom2015 #Day1 #artridwan #done
salam hangat, jabat erat
@artridwan

Endorsement Buku MABIT

Buku MABIT


Endorsement buku "MABIT"
Kisah Seru Angkatan Kesatu
SD Sekolah Alam Fathia Sukabumi

Editor : Awan T. Ridwan
Disain Cover : Banyu Rasaning Kusuma

Subhaanallah, walhamdulillah wala ilaahaillallahu akbar, ucapan itu yang pertama kali saya ucapkan saat membaca buku ini, konsep pendidikan anak yang sederhana dengan hasil luar biasa, kreatif, inovatif dan edukatif. MABIT (malam bina iman dan taqwa) merupakan model pendidikan yang tepat, mengajarkan konsep spiritual hubungan dengan Allah, dari mulai berjamaah, qiyamullail, tilawah qur,an, dzikir, berdo'a dengan khusuk. MABIT memberikan muatan emosional, kebersamaan, kerjasama, kepeduliaan, buku ini pun memberikan muatan intelektual, bagaimana mengajarkan keutamaan sunnah nabi yang dilakukan pada saat MABIT. Semoga buku ini memberikan banyak inspirasi dan ladang kebaikan. luar biasa!"
Ustadz Baharsyah Al-Munir ( Dokter Cinta )

Assalamu'alaikum, Saat pertama kali mendapatkan informasi tentang program "mabit", di benak saya langsung terpikir, semoga program ini efektif untuk angkatan pertama ini. Di perjalanan program, banyak hal positif terjadi, sungguh membuat saya terharu. Terciptanya rasa kebersamaan dan kasih sayang serta menambahnya kesadaran akan arti berjuang. Program mabit memberikan implikasi positif pada anak-anak. Sehingga sampai saat ini pun tali ukhuwah masih terjalin walau mereka melanjutkan sekolah di tempat terpisah. Apalagi setelah hasil nilai ujian akhir dibagikan. Subhanallah!!! Hanya itu yang terucap dari bibir dan tetes air mata yang mengalir. Banyak pihak menyangsikan sekolah Fathia. Saya dan suami adalah salah satu orangtua yang setuju sehingga kami memutuskan tidak ragu untuk hijrah dari Jakarta ke Sukabumi dengan alasan ada sekolah Fathia. Memang banyak hal yang perlu ditingkatkan dari program mabit, tapi saya menilai bahwa proses itu indah... semua perlu proses... Kami lebih menghargai bagaimana anak-anak berjuang dan menikmati proses yang mereka jalani dalam menuju sukses.
Hasil yang didapat akan menjadikan mereka bersyukur akan apa yang telah mereka raih.Teruslah berkembang dan menjadi baik. Menebar kebaikan dan mencetak calon anak-anak dengan kecerdasan spiritual yang optimal sehingga mereka kelak menjadi orang-orang sukses yang pandai bersyukur, aamiin.
Bunda Kindy - Walimurid Kintan "ANGKASA"

Hal yang berbeda adalah ketika SD Islam Fathia mengadakan kegiatan MABIT. MABIT yang dimaksud di sini adalah MAlam Bina Iman dan Takwa untuk siswa-siswa kelas 6 yang akan melaksanakan ujian akhir. 
Walaupun sudah diterangkan tujuan daripada MABIT itu sendiri, tapi bagi saya MABIT itu adalah pengala
MAn yang Benar-benar Indah dan bermanfaaT. 
Saya memang tidak mengalaminya sendiri. Pengalaman itu bisa saya rasakan dari anak saya selama mengikuti kegiatan MABIT. Memang tidak teruraikan dengan kata-kata, namun dari sikap dan perilakunya yang nyata terlihat dan terasa lebih baik.
Pendewasaan adalah kata yang tepat bagi anak saya setelah mengikuti MABIT. Mengerti posisinya sebagai hamba Allah membuatnya lebih sadar akan kewajiban untuk melaksanakan perintahNya. Dengan adanya tahajjud dan berdzikir melatih dirinya untuk menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah. Juga dengan tadabur yang mendekatkannya pada alam dan mudah-mudahan menjadi semangat untuk menjadi manusia yang berguna bagi alam semesta. Aamiin.
Setiap kali MABIT hal yang paling ‘menghebohkan’ adalah menyiapkan perlengkapan MABIT. Kemandirian untuk mengurus dirinya sendiri adalah hal yang tak kalah penting untuk kelanjutan pendidikan dan kehidupannya. Tidak ada teori khusus untuk mengurus diri sendiri, tapi pembiasaanlah yang menjadi pelajaran yang terbaik.
Pengalaman bermalam bersama teman juga menjadi bagian yang menyenangkan. Saling mengetahui kebiasaan dan sikap asli teman adalah bekal mereka untuk menghadapi dunia luar yang lebih luas. Bersama dalam keadaan yang seadanya adalah saat yang membahagiakan. Bermalam di kasur beralas lantai, makan dengan menu yang sama adalah sebagian dari menyadarkan artinya kesederhanaan. Saling berbagi, menghargai, empati, toleransi, simpati, adalah sikap-sikap yang muncul pada pribadi anak-anak dengan sendirinya. Karena kebersamaan ‘senasib dan sepenanggungan’ inilah yang mendekatkan satu dengan yang lainnya. Setiap anak tentunya akan mendapat masalah bersosialiasi yang membuat mereka lebih dewasa dalam menyikapinya.
Tanpa mengurangi persiapan menghadapi ujian akhir, adanya Tes Uji Coba adalah sarana untuk melatih mereka agar mampu belajar dalam keadaan apapun. Tidak harus di atas meja, karena belajar dapat dilakukan dimana saja. Dan yang terpenting adalah kesadaran untuk belajar yang tumbuh dari diri sendiri.
Dan hal yang terunik dari kegiatan MABIT ini adalah semua dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan mengasikan. Fun game yang dipersiapkan atau permainan yang lucu dan spontan adalah ciri dari sifat polos mereka sebagai anak-anak. Pendewasaan yang mereka alami seakan-akan terjadi dengan sangat natural dan tanpa tekanan atau bahkan paksaan. Sepertinya mereka dengan ‘rela’ siap untuk menjadi insan yang ‘dewasa’ dan bertanggung jawab.
Ibu Mia Nurdewi ( Ibunda Rayyan )

Bismillahirrohmaanirrohiim
Setiap karya yang lahir dari seorang anak apapun bentuknya sangat layak diapresiasi. Untuk buku kumpulan kisah MABITnya siswa angkatan pertama Fathia Islamic School maka kalimat subhanalloh dan acungan dua jempol layak diberikan. 
Saya secara pribadi bangga menjadi bagian kisah-kisah seru ini. Sangat terharu ketika begitu ditunggunya saya oleh mereka pada saat MABIT pertama. Saat itu saya tidak bisa hadir karena dalam perjalanan menuju Sukabumi dengan motor saya, terjadi musibah tabrakan yang menimpa saya dan membatalkan saya berangkat ke sana. Tapi rasa kecewa itu terbayar karena di kesempatan berikutnya saya bisa bertemu dengan anak-anak hebat ini. Memberi kisah inspirasi, berdiskusi dan kembali bercengkrama dengan anak-anak yang pernah jadi muridku di kelas satu. Dan bangga sekali karena berkali-kali disebut di buku ini.
Menjadi angkatan pertama tidak akan terlupa. Dan MABIT menjadikan pengalaman tak terlupa itu semakin berwarna. Selamat buat anak-anaku mudah-mudahan ini adalah karya pertama yang akan melahirkan karya lebih hebat di masa datang. Semoga kalian terus melangkah maju. Salam hangat
.
Yasir Amarullah
Sekolah Alam Bogor

Assalaamu'alaikum Wr. Wb. Pertama izinkan saya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga saya terhadap anak-anak yang telah berani "menulis" dalam buku ini. Anak-anaku ANGKASA (ANGKAtan keSAtu), tulisan kalian sangat menginspirasi. It's great and you are the best! Two thumbs up for you all !!! Yipppiii !!!
Penghargaan yang tinggi juga saya sampaikan kepada seluruh yanda bunda sekolah alam Fathia serta yayasan Assyukuriyah yang telah begitu serius membuat serta melaksanakan program mendidik, mengasuh, dan mendampingi anak-anak , termasuk dalam program MABIT yang pertama ini.
Seperti yg telah diungkapkan dalam tulisan sebelumnya bahwa tujuan mabit pada intinya adalah untuk meningkatkan iman takwa serta membangun karakter positif setiap anak,. menurut saya tujuan tersebut merupakan sebuah tujuan besar yang sebenarnya itulah tujuan dara pendidikan. Dengan tujuan yang besar tersebut saya berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan dengan berbagai inovasi serta perbaikan di masa selanjutnya.
Ada yang perlu diingatkan kembali bahwa tujuan besar dari kegiatan mabit ini tidak dapat dicapai dalam waktu yang singkat karena ini seharusnya merupakan proses yang konsisten dan terus menerus (continuous). Dengan demikian ada baiknya di masa yang akan datangg kegiatan ini dimulai di awal tahun ajaran agar lebih longgar waktunya dan proses pembentukan karakter positif anak-anak akan lebih terpantau.
Untuk itu saya berharap yanda bunda tetap bersemangat untuk terus melakukan inovasi, memperbaiki kekurangan, jangan cepat puas dengan keberhasilan ANGKASA, karena tantangan akan semakin seru di angkatan-angkatan selanjutnya. Semangat yandaaaaa dan bundaaaaa......!!!
wassalamu'alaikum wr.wb
.
Peggy Gumilang Dwihandayani
Ketua PRO Fathia. Komite Sekolah Alam Fathia Sukabumi




Endorsement Buku FISH DIARY

FISH DIARY Catatan Harian Anak Sekolah Alam



Alhamdulillah, Buku "FISH DIARY Catatan Harian Anak Sekolah Alam" mendapat sambutan luar biasa menggembirakan, membuat Editor/Penulis menjadi lebih bersemangat untuk terus berkarya memberikan yang terbaik. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkenan dan mendukung pembukuan diary writing ini. 
Berikut yang sudah berkenan mengapresiasi buku FISH DIARY memberikan dukungan/endorsement. 


Dunia anak adalah dunia petualangan, itu kenapa banyak sekali film-film yang dibuat khusus untuk anak-anak banyak mengeksplorasi fantasi anak dalam sebuah petualangan yang seru, seperti harry potter, jenderal kancil hingga 5 sahabat.
Rasulullah Saw sejak masa kanak-kanaknya juga penuh dengan petualangan, mulai dari menggembala ternak naik-turun bukit, berdagang antar wilayah bersama kafilah yang dipimpin oleh pamannya. Yang unik adalah semua Nabi pasti melalui masa kanak-kanaknya menjadi penggembala ternak. 

Sekolah Alam berupaya mentauladani cara belajar para Nabi yang sejak usia dini berinteraksi dengan alam sekitarnya. Manfaat terbesar dari proses interaksi anak-anak dengan lingkungannya (manusia, tumbuhan & hewan) adalah tubuh yang kuat, kepercayaan diri yang tinggi, kepemimpinan yang tangguh hingga hati yang lapang. Manfaat sebesar ini sangat sulit kita dapatkan apabila anak-anak hanya belajar teori di kelas seperti yang kita alami dari pendidikan konvensional.

Buku ini secara gamblang menceritakan betapa serunya dunia anak-anak, bagaimana mereka membangun persahabatan, menumbuhkan kecintaan mereka kepada guru dan orang tuanya. Kami memiliki keyakinan bahwa yang menjadikan anak baik atau buruk adalah orang tuanya. Sekolah dan guru bertugas membantu orang tua untuk mendampingi anak hingga mencapai potensi terbaiknya. 

Semua anak terlahir dalam keadaan suci, mereka tidak pernah berdosa hingga mereka dewasa. Dari semua tulisan anak-anak kita hanya melihat kejujuran, ketulusan, kecintaan, persahabatan dan semua kebaikan lainnya. Buku ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada anak yang nakal, mereka hanya belum tahu dan belum paham. Agar mereka paham dibutuhkan "kasih sayang dan kesabaran" yang luar biasa dari kita orang tua dan gurunya, kami menyebutnya sebagai "bahasa Ibu".

Yang belum ditulis dari buku ini adalah bagaimana pengalaman orang tua memberi tauladan akhlak kepada anak-anaknya di rumah, bagaimana kerjasama sekolah, guru dan orang tua untuk menyelaraskan pendidikan akhlak di rumah dengan di sekolah. Jika pengalaman ini berhasil kita tuliskan, maka buku ini akan menjadi sumber inspirasi pendidikan anak yang luar biasa bagi kita semua.
Salam hangat.

Lendo Novo | sobatbumi
Penggagas Sekolah Alam 
***


"Sekolah alam berusaha menumbuhkan kegembiraan belajar, baik pada anak didik maupun guru. Kegembiraan dapat diperoleh melalui beragam kegiatan pembelajaran seru yang disajikan guru. Kegembiraan juga hadir saat mereka bermain bersama dan mengeksplorasi dunia di sekeliling mereka. Kegembiraan dan kesenangan mengeksplorasi sejatinya adalah fitrah anak.

Membaca buku ini seolah menangkap energi kegembiraan yang terpancar dari anak-anak Sekolah Alam Fathia. Hari-hari gembira mereka ceritakan saat bermain dengan teman ("Aku dan Sahabatku"), bermain bersama guru ("Colenak"), juga saat liburan ("Pengalamanku"). Dari berbagai cerita yang ditulis di buku ini, kita juga dapat merasakan kehangatan hubungan anak-anak dengan guru-guru di Sekolah Alam Fathia. 
Buku ini layak dibaca oleh para guru, orang tua dan mereka yang percaya bahwa membangun kedekatan dan menghadirkan suasana gembira merupakan elemen yang penting dalam proses pembelajaran serta pendampingan tumbuh kembang mereka. Selamat bergembira!"
Semoga bermanfaat.

Agus Gusnul Yakin
Ketua Jaringan Sekolah Alam Nusantara
***


Assalamu'alaikum…
Subhanallah.....segala puji bagi Rabb semesta. Salut saya akan semangat yanda Ridwan dan teman-teman semua atas diterbitkannya buku FiSH Diary ini.
Jujur, saya ada rasa iri di hati (heu...heu...). Iri akan indahnya sekolah alam, para  fasilitatornya, seandainya dulu sudah ada seperti FISH.
Buku ini wajib dimiliki, dibaca dan dihayati...makna yang tertulis dari para tutor cilik kita.
Dari merekalah terpancar sumber-sumber ilmu buat kita, para org tua, karena merekalah sejatinya yang menjadi sekolah bagi kita.

Cuplikan kecil: Syifa dengan "tempat rahasianya", Dzaky yang suka gegelutan dengan Indra. Rachta yang suka main cibeh, dan main mesin waktu (pakai lemari di kelas, digoyang-goyang biar  "rame dan keren jadi kaya asli" )
Favorite saya...."Colenak"; TERORIS.......TERORIS.....teriak Ve. Alya: "apa beda anak gaul...pak haji..dan petani". "Azka!..tiket!..tiket..Azka! Kamu tiket...". "Sikuuuuuuut......sikuuttttt...." Idzni berteriak girang.
Hmmmmm...andai saya bisa kembali ke masa sekolah dasar dulu......*menghayal.
"Wooooooiiiiii........tunggu! Tunggu aku....aku ketinggalan jaman!!!
Buat para orang tua, banggalah akan mereka, dan didiklah sesuai zamannya.
Buat para tutor cilik, buatlah mimpi-kalian kalian menjadi nyata, tunjukkan pada dunia bahwa kalian semua hebat!
Love.

Bunda Isband
Ketua PRO Fathia
Komite Sekolah Alam Fathia Sukabumi
***


Selalu ada semangat dan karya bagi seorang guru sejati. Sesuatu yang sederhana mampu dituangkan Pak Ridwan ke dalam cerita celoteh anak dan menjadi karya.
Sederhana tapi inspiratif. Semoga barokah.

Tik Santikasari Dewi.
Founder Sekolah Alam Tangerang
***


Membaca buku FISH DIARY tuh seolah kita ada di tengah keceriaan murid-murid, seru! Menyenangkan, bahasa khas anak yang ringan. Suka pada bagian plesetan dan juga anak-anak yang suka salah ngomong yang piket jadi tiket :) gemes deh.
Guru-guru atau orang dewasa yang pekerjaan nya ber"sentuhan" dengan anak-anak harus baca buku ini, dan ini mungkin salah satu cara bagaimana kita menyelami dunia anak, yah harus rajin dengar celoteh nya :), good luck ya, keren!!!

Soni Abunawas Anhar
Principal of Al-Hidayah International Green School
Sumedang
***  

 
Wow! takjub bunda Myra membaca catatan harian teman-teman dari SD Alam Fathia Sukabumi.
Cerita-ceritanya ringan tapi seru, lugas, jujur, penuh penghargaan terhadap guru, cinta terhadap ibu dan eratnya persahabatan diantara teman-teman.
Catatan harian adalah sesuatu yang sangat berharga, sebuah rekam jejak dari apa yang pernah kita alami dan akan selalu menjadi bagian indah dalam kehidupan kita.

Sehebat apapun pengalaman kita, bisa pudar seiring waktu apabila tidak dituliskan. Beruntung, teman-teman Sekolah Alam Fathia Sukabumi memiliki fasilitator yang luar biasa seperti yanda Awan T. Ridwan yang mampu mendokumentasikan catatan-catatan berharga teman-teman di dalam sebuah buku yang menarik dan asyik untuk dinikmati, sebuah buku yang mengingatkan kita akan serunya masa kecil, hangatnya persahabatan, hebatnya guru dan agungnya kasih sayang ibu.
Buku ini seindah kisah-kisah yang ada di dalamnya.

Bunda Myra Safar
Penulis buku “Sekolah di Atas Awan”
Founder Sekolah Alam Baturraden
***


Setiap anak adalah fitrah, apa yang digoreskannya adalah kemurnian yang sangat berharga. Menjadi kenangan untuknya, kebanggaan serta pelajaran bagi kita dan harapan untuk kemajuan peradaban umat manusia. Seharusnya sebagai orang dewasa untuk mengabadikan dan memberi apresiasi yang luar biasa. Lakukan apa yang bisa kita lakukan, miliki buku ini dengan penuh kebanggaan.

Muksin Abdul Qodir
Kepala Sekolah
Sekolah Alam Lampung
*** 


Membaca buku ini seolah menjalani pelatihan hidup sesungguhnya dengan belajar dan bergembira. Tidak akan mungkin bisa dirasakan kecuali dengan pengALAMan sejati.
Keren dan inspiratif!

Eka Nurbaeti
Founder Sekolah Alam Palembang
***


Membaca buku ini membuat kita bahagia. Bahagia itu sangat sederhana, lihat bagaimana aktivitas anak-anak itu setiap harinya, yang dituliskan dan dicatat dengan baik oleh saudara Awan T. Ridwan, asyik masyuk dengan dunianya tanpa pernah khawatir hardikan guru dan tali kekang kurikulum menghambat perkembangan kehidupan mereka semua.

Cemburu rasanya, karena saat masih anak-anak lalu, masa itu tidak pernah didapatkan di sekolah. Inilah sekolah yang membuat kita semua bahagia. Buku ini sangat bermanfaat, menjadi rujukan, menjadi catatan sejarah kehidupan satu generasi yang bahagia. Semoga makin banyak catatan-catatan sederhana yang bisa menjadi buku dan akhirnya ketika kita membacanya, kita semua bahagia, Terima kasih saudara Awan T. Ridwan telah memulainya.


Hendratno Eko Putro
Ketua Yayasan Hijau Borneoku
Sekolah Alam Balikpapan
*** 


"Ketika anak-anak bisa bercerita, bahkan menuliskan keasyikan-keasyikan di sekolahnya, menunjukkan seiring banyaknya pengalaman, ilmu dan kreativitas yang anak-anak peroleh, dan itu modal "the total past learning histrory" yang bermanfaat bagi tumbuh-kembang anak-anak itu selanjutnya.
Buku ini "mahal" karena sarat dengan originalitas pengalaman anak-anak di sekolah alam Fathia yang mengandung vitamin "M"....  “Menyenangkan".


Kak Andi Yudha A.
Praktisi & pemerhati kreativitas, PicuPacu kreativitas! Indonesia
***


"Buku ini memberi tuntunan untuk kita agar dapat menampilkan sikap yang terbaik di berbagai waktu dan kondisi. Sungguh suatu karya luar biasa. FISH DIARY dari pesan-pesan moral sang profesor kecil ini menuntun kita menjadi seorang yang selalu berpikir positif mengoptimalkan potensi spiritual anugerah Allah SWT untuk memahami alam sebagai sumber inspirasi kehidupan. Amazing.”

Abdul Rahmat
Penulis buku Kearifan Cinta Sang Guru.
Dosen Universitas Negeri Gorontalo
***


Membaca buku karya Awan ini membuat saya melayang jauh ketika masih berada di bangku sekolah. Kisah indah di sekolah memang penting bila dituliskan. Hal ini menjadi bagian penting anak sekolahan.

Selamat membaca buku ini dan nikmati kerenyahan bahasa anak muda yang punya gaya. Teruslah menulis dan menginspirasi sesama.

Salam, Omjay
Wijaya Kusumah

Guru Blogger, Juara I Lomba Blog Tingkat Nasional dari Pusat Bahasa Depdiknas 2009 di Jakarta,
penulis 8 buah buku dari ngeblog.
***


Saya sungguh terkejut dengan buku mas Awan T. Ridwan ini. Betapa luar biasanya beliau mampu mengeksplorasi kemampuan menulis anak-anak sekolah dasar alam dari sekedar tulisan catatan harian menjadi sebuah bentuk reportase.Reportase yang jujur dan unik dalam sudut pandang anak-anak yang kadang menggelikan, menginspirasi hingga terharu sekaligus sedih. Sebuah tetes embun yang menyejukan dari kegersangan berita yang tanpa tendensi.

Hazmi Srondol
Founder Blogger Reporter Indonesia
***

Dunia anak adalah dunia yang penuh eksplorasi. Mereka berhak menjelajah apa saja yang menarik di hadapannya. Ini sangat berguna untuk mengembangkan dirinya menjadi manusia yang kreatif. Kita – para guru dan orang tua – tinggal memfasilitasi daya eksplorasi nan kreatif ini menjadi lebih mengarah sesuai dengan minatnya masing-masing sehingga bisa bermanfaat bagi dirinya, bagi kedua orang tuanya, bagi lingkungan dan semesta serta bagi hidup dan kehidupan ummat manusia.

Menariknya, penerbitan buku ini ternyata berhasil melanjutkan semangat kreatif anak-anak ini. Dimulai dari proses kreasi yang mengandalkan tulisan orisinal anak-anak, kemudian proses produksinya memakai cara-cara yang tidak biasa dengan semangat kemandirian. Pada proses distribusi dan komersialisasinya pun pasti mengandalkan jaringan komunitas dari editornya yang memang terkenal luas sebagai pegiat berbagai komunitas kreatif di Sukabumi.

Saya yakin, buku ini mampu menjadi tonggak kemajuan ekonomi kreatif sub sektor penerbitan berbasis sekolah dan komunitas di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia dan Dunia.

Thommy Ardhian
Orang Tua Siswa, Pegiat Komunitas Kreatif dan Pemerhati Ekonomi Kreatif Sukabumi
***


Membaca buku Fish Diary, mengingatkan pada pengalaman masal kecil saya. Saya merasa kesederhanaan, kepolosan, keluguan ditambah dengan rasa ingin tahu yang besar memang benar-benar akan menjadi bahan bakar belajar yang luar biasa bagi anak. Terima kasih kepada Yanda Ridwan dan yanda-yanda dan bunda-bunda lain di manapun berada yang telah mengembalikan belajar menjadi pengalaman hidup yang menyenangkan bagi anak-anak Indonesia. 

Ibu Ery Soekresno
Psikolog, Konsultan Pendidikan, Pecinta anak-anak dan remaja
***


Menyenangkan sekali membaca buku ini. Seandainya kita bisa kembali ke masa lalu, masa kita masih kecil.

Rudiono
Kapten Pilot Lion Air
***


Sebuah buku yang sangat menarik. Berisikan tulisan dari celotehan, kejujuran, dan kepolosan anak-anak. Ternyata dunia anak-anak tak sekecil tubuh mereka, Proud of you Pak Ridwan.

Ade Yuniari
Pramugari
Garuda Indonesia flight attendant
***


Buat Yanda Ridwan, makasih banget udah meletakkan pondasi menulis yang baik buat syifa.
Syifa tidak lama di sekolah alam Fathia Sukabumi, lalu pindah ke Yogya, ke sekolah IT Internasional. Sempet deg-degan karena sekolahnya tidak punya bentangan alam seperti di sekolah alam. Metode belajarnya berbeda.

Alhamdulillah tidak lama, seingat saya, hanya dalam waktu 2 minggu,  sekolah memberikan apresiasi Syifa menjadi salah satu anak dengan adaptasi terbaik. Dan tidak lama guru kelasnya memberikan apresiasi sebagai anak yang sangat baik kemampuan menulisnya.
Bisa menuliskan kembali apa yang dirasakan, membuat yang membaca bisa merasakan hal yang sama.

Buat saya itu hal yang mengharukan sekaligus menggembirakan. Berarti apa yang ditanam sudah jadi karakter.
Pindah tempat, pindah suasana, kemampuan menulis itu tetap ada.
Makasih Yanda, semoga Allah membalas dengan balasan yang lebih baik.
Semoga Syifa Nur Syahidah dengan kemampuan menulisnya bisa menjadi kontributor peradaban, pada peran apapun yang Allah pilihkan untuknya. Aamiin

Ayi Intan P. Darmawan
Orangtua Syifa Nur Syahidah
***


Ada satu kawasan sangat indah yang teramat luas dan lepas dari batas-batas. Uniknya, kawasan ini dimiliki oleh semua orang. Sayangnya, kawasan ini sering diabaikan sehingga hanya dihuni oleh belukar. Karena terlalu lama terlupakan, akhirnya sia-sia dan hilang. Inilah kawasan Imajinasi.

Dipastikan semua kita memiliki kawasan imajinasi yang berbeda. Namun, tidak semua kita mengetahui cara untuk merasakan keindahannya. Sebagian kecil saja dari kita yang mampu menjangkaunya. Namun, dari sekian orang yang bisa masuk ke kawasan ini, hanya sebagian kecil saja yang mampu membagikannya kepada orang lain. Sekolah, dengan guru-guru kreatif di dalamnya, memiliki kewajiban untuk membukakan pintu-pintu agar murid-murid mereka bisa masuk ke dunia ini dan menunjukkan cara agar dunia ini bisa mereka tarik sehingga bisa dinikmati semua orang.

Buku ‘FISH DIARY’ adalah salah satu pintu yang berhasil dibuka oleh guru kreatif. Kita, para pembaca akan merasakan bahwa anak-anak kita sudah mampu menjangkau kawasan indah imajinasi mereka masing-masing. Dan tidak hanya sampai di sana, mereka bisa menariknya sehingga kita bisa membayangkan kawasan itu.
Selamat membaca dan berpetualang di kawasan indah, imajinasi!!!

Anang
Penulis Buku "One Minute Before Teaching"
Penulis dan praktisi pendidikan Kota Sukabumi
***


Membaca karya-karya polos di buku ini, seolah menemukan pelangi di tengah badai. Memberikan kesejukan di tengah berita-berita negatif dunia pendidikan kita.
Inilah sekolah itu. Menyenangkan,mendidik tanpa membuat anak kehilangan dunianya.
Bukunya seru! Kepolosan anak-anaknya bikin terharu.

Vina Sri
Penulis Buku “Cindy Si Ratu Backstreet”
Penulis Bacaan Anak
***


Membaca buku “FISH DIARY Catatan Harian Anak Sekolah Alam” seperti membawa kita ke masa kecil yang sangat indah dan menyenangkan. Catatan harian mereka adalah ungkapan yang polos namun penuh kejujuran. Bagi mereka awalnya keseharian anak-anak nan ceria di sekolah alam adalah ‘Rahasia Besar’ di mana hanya mereka yang bisa merasakannya.

Dengan hadirnya buku “FISH DIARY Catatan Harian Anak Sekolah Alam” ini maka ‘Rahasia Besar’ itu kini terungkap dan terjalin dalam suatu ungkapan sederhana yang mampu membawa kita ke masa kecil yang penuh kenangan nan terlupakan sepanjang masa.

G. Rangga Pamungkas
Penulis Buku “Soekaboemi Kenangan dari Masa ke Masa”
Penulis dan pegiat Multimedia – Sukabumi
***


FISH DIARY tak sekedar catatan kecil para “si kecil”. Ia adalah catatan kehidupan tempat kita, para pembaca, bercermin dan belajar kepekaan rasa melalui beragam cerita berdasar timing momentum suasana hati penulisnya serta yang tak kalah penting adalah ‘rasa’nya.
Selamat dan sukses mas Awan dan para penoreh catatan hidup FISH DIARY.
Genggam terus cerita dan dunia.

Agus ‘Patub’ BN
Guru kreatif dan kepekaan bunyi – Yogyakarta
***


Dunia anak adalah dunia bermain. Tanpa tekanan dan paksaan. Mereka menginginkan sebuah kebebasan mengekspresikan dunianya. Dunia anak berbeda dengan dunia kita sebagai orang tua, namun kita mampu masuk ke dunia mereka. Catatan harian yang dikumpulkan dan ditulis ulang  sahabatku semasa kuliah ini sungguh luar biasa dengan bahasanya yang mudah dicerna. Kalimat demi kalimat renyah untuk dibaca dan penuh serat makna.

Jujur kutunggu buku seperti ini, mengingat saya waktu kecil yang tidak bisa diam, kebanyakan ide... hehehe PD aja kali, namun gaya belajar dan kemampuan saya tidak ada yang memfasilitasi sehingga gelar sandanganpun melekat pada diri saya yaitu anak nakal. Sungguh naif.

Salut buat kang Awan yang sudah memfasilitasi ruang untuk anak-anak yang banyak bereksplorasi, insyaAllah jaminannya bagi yang membahagiakan dan menceritakan anak dalam kondisi apapun diberikan surga daarul falah.
Sukses dan terus berkarya. Salam syukur.

Kang Deden "GURAME"
Praktisi Pendidikan Anak Usia Dini
Trainer Nasional Guru Asyik dan Menyenangkan "GURAME"
***

Alhamdulillah. Terima Kasih. Semoga dimudahkan dan dilancarkan. Aamiin.

@artridwan | www.artridwan.my.id. Diberdayakan oleh Blogger.
Back To Top