@yandaawan

Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran Di Masa Pandemi COVID 19


Penyesuaian Kebijakan Pembelajaran  Di Masa Pandemi COVID 19

Keputusan Bersama 4 Menteri

Ada 2 Prinsip

Prinsip Kesehatan dan keselamatan

Prinsip Apa yang terbaik untuk anak-anak kita masa depan

 

Diawali dengan prakondisi, simulasi dan sosialisasi

 

Kurikulum Darurat, Esensial (mendalam), sampai akhir tahun ajaran

Prasyarat ; Anak Harus aman dalam kegiatan.

Pendidikan penting, kesehatan penting

 

Selama 1 tahun ajaran ke depan. Dimonitoring dan dievaluasi secara bertahap

Penyederhanaan kurikulum 13, perampingan, fokus ke yang lebih esensial

Sumber : Youtube KEMDIKBUD RI

https://www.youtube.com/watch?v=WdF5LOz10TM


Berikut Slide dari Mas Menteri 

Tap/Klik dan Cubit perbesar, untuk memperbesar gambar slide



















Semoga Bermanfaat

Salam Hangat, Jabat Erat

@artridwan | Fasilitator Sekolah Alam Tangerang


Open Mind Surau Merantau



Mau tahu model pendidikan alternatif masa depan Indonesia?
Hakikat pendidikan adalah memanusiakan manusia, sesuai dengan kebutuhan masa depan.
Banyak tokoh pergerakan nasional masa kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari tempaan hidup di perantauan, yang membuat mereka survive dan mampu menjadi pribadi luar biasa. Menurut hasil riset tentang "Pengaruh migrasi dan adat Minangkabau" oleh Mokhtar Naim (1979) dan "Merantau dan Matrilineal Suku Minangkabau" oleh Kato (2005) ternyata masyarakat minang memiliki pola pendidikan Surau yang menjadi starting point sebelum mereka merantau keluar (migrasi). Pola pendidikan surau dan merantau ini telah menjadi bagian dari budaya minangkabau.


SM "Surau Merantau" mempersembahkan kajian mengenai efektivitas pendidikan berbasis kearifan lokal dalam membentuk kedewasaan dilihat dari filosofis dan fakta sejarah ( Bang Adriano Rusfi, Psi), kajian ilmiah dan pengalaman langsung model surau dan merantau ( Bang Arief malinmudo, Sutradara Surau dan Silek) dan bagaimana pola pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis masa depan harus disiapkan ( Mas Bharata, Owner Perusahaan Thrive Customize Motor ).
Pastikan Bapak/Ibu menjadi saksi sejarah bangkitnya salah satu model pendidikan alternatif masa depan Indonesia!
Free dan terbuka untuk umum
Konfirmasi kehadiran silahkan menghubungi Bunda Mitri di link berikut ini http://bit.ly/Surau_Merantau

Free dan terbuka untuk umum
Pembicara :
Adriano Rusfi, Psi
(Konsultan Pendidikan)
Arief Malinmudo, S. Sn, M. Si.
(Sutradara Film Surau dan Silek)
Bhaarata, S. Sn
(Enterpreneur)
Minggu, 4 Februari 2018
Pukul : 07.30 – 11.45 WIB

Sekolah Alam Tangerang. Cipondoh – Kota Tangerang

Konfirmasi kehadiran silahkan menghubungi Bunda Mitri di link berikut ini http://bit.ly/Surau_Merantau

iSukabumi Perpustakaan Digital Kota Sukabumi

i-Sukabumi

i-Sukabumi adalah Aplikasi perpustakaan digital yang baru diluncurkan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Sukabumi bersama Indosat Ooredoo meluncurkan aplikasi perpustakaan digital i-Sukabumi, sebagai langkah mewujudkan Smart City.
Aplikasi perpustakaan digital yang dibangun oleh Aksaramaya ini diserahkan kepada Pemerintah Kota Sukabumi bersama dengan donasi 2500 judul buku dalam bentuk digital. I-Sukabumi merupakan Perpustakaan digital pertama di Jawa Barat, memiliki koleksi buku elektronik yang sangat lengkap dan langsung dapat dinikmati oleh masyarakat dengan mengakses aplikasi i-Sukabumi secara bebas biaya.

i-Sukabumi ini menjadi tahap awal untuk mewujudkan Smart City dengan mendorong minat baca masyarakat Sukabumi khususnya agar dapat terwujud Smart Society yang menjadi salah satu pilar Smart City berbasis teknologi Informasi.

Bagaimana Cara mengaksesnya? Silahkan ikuti cara berikut ;

ASPBAE Festival of Learning, Yogyakarta 2014


ASPBAE’s 50-year celebrations culminate in a vibrant Festival of Learning in Yogyakarta 18-22 November 2014, Yogyakarta, Indonesia ASPBAE’s 50 year celebrations culminated in the Festival of Learning that took place in Yogyakarta. ASPBAE’s members, partners, donors, and friends gathered together to celebrate ASPBAE’s journey and to plan a path ahead for education and lifelong learning in the Asia Pacific in a post- 2015 world. The Festival was hosted by PEKKA, ASPBAE’s member in Indonesia.

The Festival of Learning, with the theme - Asia Pacific Civil Society, Defining Education for the Future - saw the participation of 126 people from 32 countries representing 66 national civil society organisations and networks, partner and donor organisations, and individual ASPBAE members. It was held at a time when the global education community prepares to agree on a new global education agenda and framework of action during the World Education Forum to be held in Incheon, Korea, in May 2015.

The Festival of Learning was a space to strategise Asia Pacific civil society coordinated action in this important global policy space - defining civil policy asks and advocacy strategies on the proposed goals, targets, indicators, the financing, governance, planning, and monitoring modalities and the role of civil society organisations. It was a platform to deliberate on the overall context and policy climate that define education and lifelong learning work in the region. An upbeat and lively opening ceremony set the tone for the 4-day event.

for more information visit ASPBAE 




Berkunjung Ke Museum Palagan Perjuangan 1945 Bojongkokosan Sukabumi


Museum Palagan Perjuangan 1945 Bojongkokosan berada pada jalur lintas Sukabumi - Bogor berlokasi di desa Bojongkokosan, kecamatan Parungkuda KM 26 dari Sukabumi. Museum ini didirikan tahun 1988 berkat kerjasama antara Pemda kabupaten Sukabumi dengan Dirjen Perlindungan Pembinaan Sejarah dan Kepurbakalaan Depdikbud Jabar, di atas lahan seluas 2, 5 hektar.

Museum ini merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah pada masa revolusi fisik tahun 1945, di mana pada saat itu tepatnya 9 desember 1945 para pemuda, pejuang dan segenap rakyat Sukabumi berupaya dengan sekuat tenaga mempertahankan kemerdekaan republik Indonesia dengan mengadakan penghadangan dan penyerangan terhadap konvoi pasukan sekutu Inggris di desa Bojongkokosan.

Peristiwa tersebut di atas dikenal dengan peristiwa Bojongkokosan yang merupakan awal dari rangkaian pertempuran yang disusun oleh TKR pimpinan Letnan Kolonel Eddie Sukardi, yang kemudian menjadi rangkaian peristiwa yang kita kenal dengan perang konvoi sepanjang 81 km, mulai dari Cigombong (Bogor) samapai dengan Cianjur yang mengakibatkan banyak korban dari kedua belah pihak. Dalam peristiwa Bojongkokosan tercatat 73 orang gugur dari pejuang dan 50 dari pihak  sekutu termasuk seorang Brigadir Jenderal pimpinan konvoi.

Cara menuju lokasi dari pusat kota Sukabumi dengan kendaraan umum, naik kol Bogoran dan berhenti di depan museumnya, Lokasi museum berada di Jl. Raya Parungkuda, Siliwangi No. 75 kecamatan Parungkuda KM 26 Sukabumi Jawa Barat. tidak usah menyebrang. Sedangkan dari arah Jakarta atau Bogor naik kendaraan arah Sukabumi dan siap-siap setelah cicurug. Dengan  kendaraan pribadi bisa lebih leluasa dan beruntung jika tidak terjebak kemacetan di pasar Cicurug.  

Fasilitas yang ada di sekitaran museum; ruang diorama / display, perpustakaan, area camping ground, lahan parkir, toilet, warung, minimarket, rumah makan, serta sarana mushola sebagai tempat ibadah tersedia dan memadai.

Waktu buka : senin – kamis, pukul 08.00 – 16.00 WIB. Jumata pukul 08.00 -11.30 dengan harga tiket masuk (HTM) sukarela mulai dari Rp.2000,- sampai sebesar yang bisa dibeikan ya turut melestarikan juga lah hehehe.
Pengunjung dapat membawa makanan dan minuman sendiri, atau bisa makan dan minum di rumah makan di sekitar lokasi.

Ayo berkunjung ke Sukabumi dan Museum Bojongkokosan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.




Foto-foto lainnya bisa lihat di sini



@artridwan | www.artridwan.my.id. Diberdayakan oleh Blogger.
Back To Top